JA slide show
 
Home arrow Info arrow Konseling Untuk Korban Bencana Gunung Merapi.
Konseling Untuk Korban Bencana Gunung Merapi. PDF Cetak E-mail

 

Konseling Untuk Korban Bencana Gunung Merapi.

 
Peristiwa bencana alam merupakan salah satu penyebab munculnya krisis bagi jiwa manusia. Bencana alam akibat meletusnya gunung merapi di Yogyakarta menyisakan trauma bagi penduduk sekitar lereng gunung merapi. Trauma gempa bumi oleh gunung merapi mengakibatkan penduduk kehilangan keluarga, rumah dan pekerjaan. Kondisi batin mereka sedih, hancur dan khawatir akan terjadinya gempa. Gunung merapi seolah sedang jadi "lakon". Gunung yang mempunyai ketinggian 2968 m dari permukaan laut dan terletak lebih kurang 25 km dari Yogyakarta itu, belakangan memang tak pernah absen menghiasi hampir semua media, cetak maupun elektronik. Sekian ribu nyawa melayang dalam sedetik. Sekian rumah roboh dan luluh lantak. Orang-orang tahu pahit getirnya musibah bencana alam. Sementara itu ribuan pengungsi kebingungan. Mereka baru saja pulang ke rumahnya kemarin pagi, kembali ke pengungsian sore harinya.

***

 


Konseling Untuk Korban Bencana Gunung Merapi


Oleh : Najlah Naqiyah


Peristiwa bencana alam merupakan salah satu penyebab munculnya krisis bagi jiwa manusia. Bencana alam akibat meletusnya gunung merapi di Yogyakarta menyisakan trauma bagi penduduk sekitar lereng gunung merapi. Trauma gempa bumi oleh gunung merapi mengakibatkan penduduk kehilangan keluarga, rumah dan pekerjaan. Kondisi batin mereka sedih, hancur dan khawatir akan terjadinya gempa. Gunung merapi seolah sedang jadi "lakon". Gunung yang mempunyai ketinggian 2968 m dari permukaan laut dan terletak lebih kurang 25 km dari Yogyakarta itu, belakangan memang tak pernah absen menghiasi hampir semua media, cetak maupun elektronik. Sekian ribu nyawa melayang dalam sedetik. Sekian rumah roboh dan luluh lantak. Orang-orang tahu pahit getirnya musibah bencana alam. Sementara itu ribuan pengungsi kebingungan. Mereka baru saja pulang ke rumahnya kemarin pagi, kembali ke pengungsian sore harinya. (15-Juni-2006).

Korban akibat bencana telah menyebabkan derita dan tangis korban.
Data sementara jumlah siswa yang meninggal akibat bencana gempa bumi di Klaten mencapai 49 orang dan guru meninggal sebanyak 15 orang. Namun jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah karena Dinas P dan K Klaten masih terus melakukan pendataan. (Kantor Dinas P dan K Kabupaten Klaten, Kamis (8/6). Korban gempa lain, meninggal tujuh orang korban gempa akibat tetanus. Terlambatnya melakukan sosialiasi suntikan antitetanus telah merenggut masyarakat.(16-Juni-2006). Korban terus bertambah seiring kondisi alam makin mengganas, meluluhlantakkan perkampungan di lereng merapi. Meluluhkan harapan masyarakat untuk hidup tenang dan sejahtera.

Sudah sebulan awan panas mengancam Yogyakarta. Masyarakat takut terhadap luncuran awan panas (weddus gembel) yang terlihat seperti menuju kampung mereka. Luncuran awan panas yang terjadi, dilaporkan sudah mencapai kawasan permukiman di Dusun Kaliadem. Sebelumnya, PVMBG memperkirakan awan panas skala besar tidak akan terjadi, mengingat adanya cekungan di puncak Merapi sebagai penahan. Sejak pukul 13:00, terjadi beberapa kali luncuran awan panas yang cukup jauh ke arah Kali Gendol. Jaraknya mencapai enam kilometer dari puncak Merapi. Warga Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, yang desanya berlokasi di tepi Kali Gendol ketakutan. Akibatnya, warga benar-benar ketakutan, lava pijar dan awan panas yang mengarah ke Kali Gendol tampak seperti mengarah ke desa mereka. Akibatnya, warga yang belum pernah mengungsi sekarang ikut mengungsi,'' kata Komandan SAR Klaten, Drs Anang Widayaka, di Ngemplakseneng.(16-Juni-2006).

Membantu para korban bencana tidak cukup dengan menyalurkan bantuan berupa materi saja. Kebutuhan rasa aman sama pentingnya dengan bantuan dana yang selama ini diberikan. Kebutuhan untuk diperhatikan, didengarkan dan didampingi saat korban mencari jalan keluar dari bencana penting dilakukan. Salah satu cara membantu korban dengan memberikan konseling pasca bencana terhadap korban letusan gunung merapi.

Upaya Konseling Korban Bencana

Upaya konseling terhadap korban bencana selayaknya diberikan. Para korban memerlukan bantuan mengatasi perasaan kehilangan orang yang dicintai. Mereka butuh menata masa depan yang tak menentu akibat lingkungan baru. Banyak orang yang kehilangan, dan hancur semangatnya ketika orang dekat mereka meninggal. Upaya konseling singkat berfokus pada solusi menjadi alternative menolong orang-orang yang cemas dan penuh rasa takut ditengah bencana. Bagaimana bentuk konseling singkat berfokus solusi dilakukan?

Pertama, konselor menanyakan keadaan korban tentang perasaan mereka. Apa keluhan dan kesakitan yang tengah mereka hadapi. Bagaimana sedihnya kehilangan keluarga dan harta benda yang mereka cintai. Konselor mesti mengetahui persis kerisauan-kerisauan yang dihadapi oleh korban pasca gempa. Ketakutan yang tengah menimpa jiwa mereka dan bersikap empatik atas penderitaan yang tengah dihadapi.

Kedua, setelah menanyakan tentang kerisauan dan ketakutan yang dialami oleh Korban, selanjutnya konselor melangkah pada pertanyaan yang berfokus solusi. Konselor segera mengalihkan pada upaya solusi yang akan dilakukan oleh korban. Bagaimana korban menyikapi situasi krisisnya. Korban diajak untuk berpikir rasional tentang langkah-langkah yang akan mereka lakukan menghadapi situasi sulit. Misalnya, bagaimana korban akan terus eksis di saat kehilangan orang tua mereka? Upaya apa yang akan di tempuh untuk meneruskan pendidikan mereka? Dan langkah apa yang akan dilakukan saat ini mengatasi kesedihannya? Dengan kolaborasi antara korban dan konselor, akan mempercepat upaya bangkit dari kegelisahan.

Ketiga, Konselor membantu korban menemukan kekuatan diri mereka untuk melangkah maju. Misalnya, konselor menanamkan nilai berani mengambil resiko untuk tinggal di tempat baru yang lebih aman dari sasaran weddus gembel atau hujan debu. Dengan menemukan insight (pengetahuan) pada diri korban bencana, akan meringankan beban mereka dari keputus asaan. Para korban akan tegak berdiri menerima realitas mereka yang kehlangan sanak saudara dan rmah serta pekerjaan. Para korban menemukan cara untuk melanjutkan hdup yang telah hancur disambar gunung merapi. Membantu mengajak mereka untuk menyikapi hidup secara tepat sesuai kenyataan.

Bagaimana pun, bencana dapat terjadi dimana saja, baik di pesisir pantai atau di puncak atau di lereng gunung. Bantuan konseling semakin diperlukan mengatasi problem bencana alam.
 
Sumber: http://najlah.blogspot.com/2006/06/konseling-untuk-korban-bencana-gunung.html
Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Search

Membership

Mail IKI

click here for login your account click here for sign in your account

Visitor Counter

mod_vvisit_counterToday10
mod_vvisit_counterYesterday190
mod_vvisit_counterThis week1098
mod_vvisit_counterThis month10
mod_vvisit_counterAll305501

Alexa Rank

Database Konselor